Nofitarismawati's Blog

Nofita Rismawati

37 PLSI
Universitas Gunadarma


Tiket elektronik (e-ticket) untuk penerbangan

Jika disebutkan istilah e-ticket (tiket elektronik), ingatan orang lantas tertuju pada e-ticket pesawat terbang yang kini populer dan makin banyak digunakan. Orang lantas beranggapan bahwa dunia penerbangan lah yang pertama kali menggunakan istilah E Ticket. Sebenarnya istilah E Ticket pertama kali muncul di taman permainan terkenal di Amerika, Disneyland. Tapi E Ticket yang digunakan oleh Disneyland pada tahun 1950 hingga 1982 bukan merujuk pada istilah Electronic Ticket, melainkan sebutan untuk tiket dengan kode E. Disneyland menyediakan tiket dengan kategori A, B, C, D, dan E. Tiket berkode E (E Ticket) adalah tiket yang digunakan untuk mengendarai atau menggunakan wahana yang paling menarik di Disneyland.

Tiket Elektronik untuk penumpang pesawat terbang mulai digunakan setelah dunia memasuki abad 21. Joel R. Goheen tercatat sebagai orang yang memperkenalkan dan memiliki hak paten untuk sistem e-ticket dalam industri penerbangan. Penemuan sistem e-ticket ini telah didaftarkan untuk mendapatkan paten oleh Goheen pada tanggal 10 Oktober 1997 dan baru disahkan dengan nomor paten 6094640 tertanggal 25 Juli 2000 di Amerika Serikat.

Sebelum penemuan sistem e-ticket, dunia penerbangan masih menggunakan tiket dalam bentuk buku (buklet) untuk dibeli dan digunakan oleh para penumpang pesawat. Di Indonesia tiket seperti ini masih banyak digunakan. Untuk memudahkan distribusi, pemeriksaan, dan sebagainya, penggunaan e-ticket menjadi keharusan. Ini sesuai dengan kebijaksanaan dari IATA (International Air Transport Association) bahwa terhitung mulai tanggal 1 Juni 2008 hingga 10 tahun ke depan, seluruh perusahaan penerbangan anggota IATA harus sudah menggunakan e-ticket.

Kebijakan IATA tersebut diberlakukan guna menekan biaya penerbangan bagi penumpang pesawat, selain untuk memudahkan pemeriksaan. Tiket pesawat konvensional (berbentuk buku) membuat perusahaan penerbangan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pencetakan buku tiket dan pendistribusiannya. Ini mengakibatkan harga tiket pesawat menjadi lebih mahal. Solusinya adalah menggunakan e-ticket.

Biaya pencetakan dan distribusi tiket bisa ditiadakan karena pengguna tiket (calon penumpang pesawat) bisa mencetak sendiri e-ticket yang diinginkan. Menurut laporan IATA, penghematan yang didapat mencapai angka US.$ 3 miliar. E-ticket juga membuat kinerja pelaporan penjualan tiket setiap maskapai penerbangan bisa menjadi jauh lebih cepat dan mudah dikarenakan pemesanan dan pembelian tiket yang dilakukan oleh calon penumpang langsung masuk ke data base kantor pusat. Maskapai penerbangan tidak perlu lagi menunggu laporan rekapitulasi dari kantor cabang.

Belakangan, e-ticket juga sudah mulai digunakan untuk menggantikan tiket konvensional yang biasa digunakan oleh penumpang moda transportasi lain seperti kapal laut, kereta api, dan bus.

Proses check-in e-ticket

Penumpang bisa mendatangi konter check-in di bandara, lalu menunjukkan lembar e-ticket yang sudah dicetaknya pada petugas check-in. Petugas akan memeriksa kode booking dan indentitas penumpang. Pada beberapa perusahaan penerbangan, bahkan penumpang tidak perlu membawa lembar e-ticket lagi. Calon penumpang pesawat cukup memperlihatkan kartu indentitasnya. Pada system e-ticket, indentitas penumpang akan langsung merujuk pada kode booking.

Kelebihan e-ticket

Pemakaian e-ticket makin populer karena menyediakan beberapa kemudahan sebagai-berikut:

  1. Akses online pemesanan tiket yang memungkin calon penumpang untuk melakukan perubahan program penerbangannya, misalnya perubahan tanggal keberangkatan, bahkan pengembalian uang (refund) jika penumpang melakukan pembatalan pembelian tiket. Tapi tindakan ini bisa dilakukan jika layanan penerbangan yang digunakan memiliki prosedur memungkinkan.
  2. Proses check-in bisa dilakukan lebih cepat tanpa harus mengantri di depan konter check-in bandara karena proses check-in bisa dilakukan secara online.
  3. Pengguna e-ticket bisa membuat salinan (copy) e-ticket sebanyak yang diinginkan guna berjaga-jaga seandainya lembar e-ticket atas namanya hilang. Ini bisa dilakukan karena format digital e-ticket bisa diakses lagi. Hal yang sama tidak bisa dilakukan pada tiket konvensional.
  4. Harga tiket menjadi lebih murah dibanding dengan harga tiket konvensional.
  5. Memungkinkan maskapai penerbangan untuk menerapkan codeshore. Codeshare adalah bisnis penerbangan, dimana pada rute penerbangan yang sama kursi dapat dibeli oleh maskapai penerbangan yang satu, tetapi sebenarnya dioperasikan oleh maskapai penerbangan lainnya yang menjual kursi tersebut, dibawah nomor atau kode penerbangan yang berbeda.
  6. Dan masih banyak lagi kelebihan atau manfaat e-ticket yang tidak bisa disebutkan semua pada tulisan ini.

Referensi :

1. http://www.tiket-penerbangan.com/2010/11/tiket-elektronik-untuk-penerbangan-e.html

2. http://www.wikipedia.org

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Calender

December 2014
M T W T F S S
« Dec    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.